Minggu, 12 September 2010 kemarin,, bertepatan dengan 3 Syawal 1431 H, kakak perempuanku yang ketiga menikah.
Nadia namanya.
Di sini, aku bukan hendak bercerita tentang prosesi pernikahannya.
Yang ingin aku ceritakan, sebongkah perasaan yang menyelimutiku saat itu..
Nadia namanya.
Di sini, aku bukan hendak bercerita tentang prosesi pernikahannya.
Yang ingin aku ceritakan, sebongkah perasaan yang menyelimutiku saat itu..
Mungkin perlu kuceritakan sedikit mengenai keluargaku.
Aku anak keempat dari empat bersaudara.
Yang pertama perempuan, sudah menikah tahun lalu.
Yang kedua laki-laki. Belum menikah. insyaAllah akan menikah akhir tahun nanti.
yang ketiga perempuan, yang baru kuceritakan di atas tadi.
yang ketiga perempuan, yang baru kuceritakan di atas tadi.
Dari kecil, kami berempat merupakan saudara yang rukun dan saling tolong menolong. Walau mungkin aku yang paling nakal, manja dan menyebalkan. Tapi kami saling menyayangi. Itulah namanya saudara, kan..?
Aku paling sering berantem dengan kakak perempuanku yang pertama.
Kami sering perang mulut. Waktu kecil, aku memang agak sedikit kurang ajar dengan kakak pertama ku ini sepertinya..
Dia sering memarahiku, dan aku pun balas marah. Tapi seiring waktu berjalan, aku mulai menyadari kesalahanku dan aku pun mulai menyadari bahwa sesungguhnya ia begitu menyayangiku (geer dikit gapapalah yaw.. hehe)


