Beberapa waktu lalu, aku disuruh mama membereskan buku2 lama, buku2 zaman smu dan kuliah. Semua masih tersimpan dengan baik di dalam kardus2 dan sebagian masih di dalam lemari belajarku. Dan ketika aku membereskan buku2 lama di dalam lemari belajar tersebut, aku menemukan secarik kertas yang menyita sedikit waktuku untuk membacanya.
Di sudut kanan atas kertas tersebut tertulis tanggal pembuatannya, 23 Februari 2004.
7 tahun silam. Wow. Cool! Apa isinya? Aku perlahan mulai membaca huruf demi huruf tulisan tanganku yang menggunakan pensil tersebut.
“Mimin, cobalah untuk belajar mengerti dunia.
Ada apa saja disekitarmu? Banyak. Kau tak sendirian di sini.
Ada teman-teman bersamamu. Mereka ada untukmu. Dan kau pun ada karena mereka.
Cobalah untuk memahami hidup.
Apa saja yang telah terjadi, dan apa saja yang akan terjadi.
Jadikan masalalumu sebagai pelajaran, jadikan masa yang kau lalui sekarang ini sebagai latihan, dan jadikan masa depanmu sebagai peringatan!
Jangan pernah kau menyesali apa yang telah kau lalui dan yang telah kau perbuat. Sesungguhnya itu semua sudah ditentukan oleh ALLAH dan telah kau setujui sebelumnya..
Mimin, cobalah untuk memasuki lingkunganmu.
Apa saja yang dapat kau lakukan di sana. Lakukan sesenang mungkin hingga kau dapatkan hasilnya sebaik mungkin.
Namun ingat, lakukan itu untuk dirimu sendiri, sebelum kau melakukannya untuk orang lain. Jangan pernah kau memaksakan sesuatu, karena itu akan menghasilkan sesuatu yang SANGAT BURUK!
Mimin, kau harus belajar mengerti dunia, memahami hidup, dan memasuki lingkungan sekitarmu. Namun sebelumnya, kau harus belajar mengerti caramu sendiri, memahami dirimu sendiri, dan memasuki dirimu sendiri. Coba kau lihat cerminan dirimu. Apa, siapa, dan bagaimana sosokmu sesungguhnya. KAU SAMA SEKALI TIDAK MENGERTI DAN TIDAK TAHU SIAPA KAU! (waduhh,, sumpah, kaget gua pas baca kalimat ini..)
Dan kau tidak pernah mau tau tentang itu..
Tolonglah,, sebelum kau jujur pada orang lain, jujurlah pada dirimu sendiri. Jangan ikat aku di sudut hatimu! (gw: loh?? Siapa??)
Jangan biarkan aku menahan sakit atas perbuatanmu!! Sudah terlalu banyak kebohongan mu pada dirimu sendiri, dan sudah terlalu sering aku merasakannya!! (gw: *mengernyitkan alis* ???!!!)
Aku hanya ingin kau jujur pada dirimu sendiri! Hapuskan kesombonganmu, yang mengatakan bahwa kau bisa melakukan semuanya dengan sendirian.
Mimin, kau tak bisa menghadapi masalahmu sendirian. Kau butuh orang lain dan kau juga butuh dorongan dan bimbingan dari orang lain..
Buang tawa palsumu itu!! Menangislah jika kau ingin menangis!
Semakin kau menutupinya dengan tawamu, semakin ingin kau menangis.
Jangan sok tegar deh! Semakin kau berusaha untuk tegar, maka makin rapuh dirimu pada kenyataannya.. (gw: ..........)
Just be yourself!! Jangan paksa dirimu untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tak kau inginkan. Dan jangan kau larang apa yang ingin kau lakukan. ”
From the bottom of your heart.
-I, me, my, and myself-
That’s all mine.
(tandatangan)
Yasmin Nazifah
Nb: oiya, satu lagi, jangan males untuk belajar, ya!
Got ur ambition! Study hard, harder and harder than before.
Hasil dari kerja kerasmu sekarang akan kau dapatkan di masa yang akan datang.
So, don’t GIVE UP, and NEVER GIVE UP!!
^__^
Fiuhhh.. aku menghela nafas panjang setelah selesai membaca sepucuk surat itu..
Lalu aku tertawa terbahak-bahak..
Hak hak hak hak hakkk...
Aku tak menyangka bisa menemukan selembar kertas yang aku tak ingat bahwa aku pernah menulisnya.
(apa aku nulis surat itu pas aku lagi kesurupan?? Hiiiiiiyahahhahaahaaa..)
Rasanya seperti menemukan surat dari masa lalu.
(Apa tadi ada Doraemon muncul dari laci meja belajarku yang mengantarkan surat itu kesini yaa?? Hehehe)
Tapi,, isi surat itu dahsyat juga.. sempat membuatku kaget dan kemudian membuatku termenung. Apa gerangan yang menyebabkan aku menulis surat seperti itu??
23 Februari 2004,, aku kelas dua SMA ya.. hohoho.. ya, saat itu emang sedang banyak2nya masalahh dehh kayanyaa.. bisa dibilang, masa itu adalah masa ABABIL. Alias abege labil. Hyahahahaaaaa.. (tapi bukan kaya ababil masa kini dooonk! Geli deh mengakui pernah jadi ababil.:p)
Hmm,,, kadang, kita emang suka menyembunyikan perasaan kita yang sebenarnya ketika sedang berada dalam suatu keadaan atau suatu masalah. Ada yang bisa membagi semua masalah dan semua perasaannya dengan bercerita ke orang2 terdekat. Ada yang menutupnya rapat-rapat untuk dirinya sendiri.
Dan ada yang bisa berbagi tentang masalahnya, namun tetap menyimpan perasaannya. Seperti aku,, aku bisa menceritakan semua permasalahanku namun tanpa melibatkan perasaan. Aku lebih suka menumpahkan perasaanku pada secarik kertas, dengan bermacam-macam gaya menulis. Hyahahaha..
Soal inti surat untukku tadi, sepertinya menyuruhku menjadi diriku sendiri..
Yaaa, kadangkala aku menjadi orang lain. Kadangkala juga aku menjadi SailorMoon, Cat Woman, atau malah Spider Woman (loh?? Hhaha,, krn hobi ngerayap d dinding kali deh :p)
Padahal, aku harusnya menjadi diriku sendiri. Begitu pula kalian semua. Kita harusnya menjadi diri kita sendiri.
Inilah kita dengan segala kekurangan dan kelebihan kita masing-masing.
jangan merasa aman dengan kelebihan yang kita miliki.
Dan juga jangan merasa nyaman dengan kekurangan dalam diri kita.
Kita harus terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, serta memanfaatkan potensi yang ada d dalam diri kita.
(hyaaaaaaa,,,, ga nyangka, ini gue yang ngomong yaa?? Kemasukan jin darimana nihh?? Hahahah)
Rasanya asik ya membaca tulisan2 lama yang saat itu benar2 mengungkapkan perasaan hati,,
Ada beberapa sih tulisan-tulisan yang aku temuin waktu itu,, hehehe
Dan ada beberapa yang juga mirip dengan perasaan saat ini, contohnya surat d atas.
Bener2 geliii,, dapet harta karun surat dari masa lalu.
Jadi pengen nulis gitu2 an lagi ah. Buat diri sendiri.
Tar baru d baca sekiter beberapa tahun ke depan.
Hehehe
Yuk, temen2,, kita buat “Surat dari Masa Lalu Untuk Diriku di Masa Depan”. Huahahahaaa.. :D


0 comments:
Posting Komentar