Semua rasa itu tergores dalam hatiku.
Berurutan. Saling kait-mengait.
Bagai prosa yang diketik rapi sang penyair.
Perlahan rasa itu menjalar ke fikirku.
Tak menentu hingga terbelit rumit.
Yang ku tau aku mencair.
Yang ku tau aku kehilangan bentuk.
Mengalir, tersesat jauh mencari lekuk.
Dimana ku dapat bersandar sekedar melepas lelah.
Namun tak jua kutemukan dalam pekatnya gelap.
Aku telah benar-benar letih dan harus berhenti..
Kini, yang kuinginkan hanyalah:
Jatuh menetes dan kemudian lenyap!!
Selasa, 28 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 comments:
Posting Komentar